
Sekitar 80 orang karyawan Sucofindo yang sadar akan bahaya Syiah meminta agar acara tersebut dihentikan. Sejak dimulainya seminar sekitar pukul 15.00 WIB, para karyawan sudah mendesak agar acara kelompok Syiah ini tidak dilanjutkan.
Menurut Moh. Nafis, salah satu karyawan Sucofindo, gedung yang menjadi tempat berlangsungnya acara Syiah ini mutlak milik Sucofindo. Mereka tidak rela tempat kerjanya dijadikan ajang penyebaran ide kelompok sesat.
“Tapi soal sewa menyewa ruangan dipegang oleh tenant, dan mungkin tenant nya tidak paham bahwa ini acara Syiah,” jelasnya.
Baca
artikel selengkapnya di AQIDAH SYIAH tafhadol
Aksi keributan pun sempat terjadi tatkala tokoh Syiah Agus Abu Bakar bersitegang dengan massa karyawan Sucofindo.
Sikap Agus Abu Bakar yang melabrak dengan nada tinggi memancing para karyawan untuk mendesaknya agar angkat kaki dari gedung.
“Pergi sana, dasar tukang rusuh!” hardik para karyawan.
Selain aksi dari pihak karyawan, Majelis Mujahidin juga turut melancarkan aksi pembubaran. Amir Mujahidin DKI Jakarta, Abu Abdullah Robbani menyampaikan bahwa keberanian kelompok Syiah menggelar acara secara terang-terangan adalah ajang unjuk kekuatan.
“Mereka sudah berani menyatakan diri mereka Syiah, artinya mereka sudah memiliki kekuatan dana, sumber daya dan lobby-lobby politik. Acara ini adalah salah satu propaganda Syiah,” jelasnya disambut takbir para karyawan Sucofindo.
Melalui mediasi dari pihak kepolisian, acara tersebut berhasil dihentikan sekitar pukul 16.30 WIB. Jauh lebih awal dari jadwal semula yaitu pukul 17.00 WIB. [eza/Islampos]
Red: Randy
Post A Comment:
0 comments: